Inget tidak, waktu kita masih duduk di bangku SD atau SMP dulu?
Hampir sebagian besar dari kita pasti pernah punya pikiran yang sama: “Enak ya jadi orang dewasa. Bisa pergi ke mana saja sendiri, punya uang sendiri, dan tidak perlu diatur-atur lagi.”
Dulu, kita rasanya tidak sabar ingin cepat-cepat lulus sekolah, ingin cepat kerja, dan memegang kendali penuh atas hidup kita sendiri. Masa anak-anak terasa begitu lambat dan membosankan karena kita punya banyak keterbatasan.
Tapi ironisnya, setelah hari itu benar-benar tiba—saat kita sudah jadi orang dewasa dengan segala kebebasan yang dulu diimpikan—kita justru sering kali menengok ke belakang dan berbisik pelan: “Ternyata jadi dewasa tidak seindah yang dibayangkan.”
Masalah Paling Berat Dulu Cuma PR Matematika
Kalau diingat-ingat lagi, hal yang bikin kita kepikiran setengah mati waktu kecil itu sederhana sekali.
- Takut dimarahi guru karena lupa kerjakan PR.
- Bingung memilih permainan apa yang mau dimainkan sore nanti bareng teman-teman.
- Atau sedih gara-gara mainan favorit kita rusak.
Dulu, masalah-masalah kecil itu terasa seperti akhir dari dunia. Padahal kalau dibandingkan dengan beban hidup hari ini—mulai dari tagihan bulanan, arah karier, kesehatan orang tua, sampai urusan masa depan—masalah masa kecil itu rasanya tidak ada apa-apanya.
Sore hari di masa kecil selalu ditutup dengan hal yang sama: mandi, makan malam buatan ibu, lalu tidur nyenyak tanpa perlu memikirkan besok harus membayar apa.
Kenapa Kita Sangat Rindu Masa Lalu?
Bukan sekadar kangen mainannya atau jajanan jadulnya. Yang sebenarnya paling kita rindukan dari masa kecil adalah kepolosan dan rasa aman.
- Belum Mengenal Pura-Pura: Waktu kecil, kalau kita senang ya tertawa, kalau sedih ya menangis saat itu juga. Kita tidak perlu pura-pura tersenyum di depan orang lain saat hati kita sedang lelah.
- Hubungan yang Sederhana: Berteman waktu kecil itu gampang sekali. Cukup ajak main kelereng atau petak umpet, kita sudah bisa jadi sahabat tanpa perlu melihat latar belakang, pekerjaan, atau status sosial.
- Ada Tempat Berlindung: Waktu kecil, kita tahu seberat apa pun hari yang kita lewati, ada orang tua yang selalu siap pasang badan dan merawat kita.
Terjebak dalam Siklus Waktu
Fenomena ini sebenarnya lucu sekaligus mengharukan.
Saat masih anak-anak, kita sibuk menatap masa depan dan ingin cepat-cepat membuang masa kecil kita. Saat sudah dewasa, kita sibuk menatap masa lalu dan ingin memutar kembali waktu.
Kita sering lupa untuk menikmati hari ini karena mata kita terlalu sering melihat ke masa lalu yang sudah lewat atau masa depan yang belum tentu terjadi.
Menerima Hari Ini sebagai Proses
Kita memang tidak bisa memutar ulang waktu untuk kembali jadi anak-anak yang bebas dari beban. Tapi, menyadari bahwa kita merindukan masa kecil sebenarnya adalah cara tubuh memberi tahu satu hal: hidup kita saat ini butuh sedikit jeda.
Mungkin hari-harimu belakangan ini terlalu padat. Mungkin kamu terlalu keras pada diri sendiri sampai lupa cara menikmati hal-hal kecil.
Coba sisihkan waktu sejenak di akhir pekan nanti. Belilah makanan ringan kesukaanmu waktu kecil, duduk santai tanpa memegang HP, atau luangkan waktu untuk mengobrol ringan tanpa membahas urusan kerjaan.
Kita mungkin tidak bisa kembali ke masa lalu, tapi kita selalu bisa membawa kembali kesederhanaan dan kedamaian itu ke dalam hidup kita hari ini.
Ruang Cerita
Hal sederhana apa dari masa kecilmu yang paling sering bikin kamu kangen kalau lagi capek-capeknya jadi orang dewasa? Kalau berkenan, bagikan ceritamu di kolom komentar ya. Mari kita kenang sama-sama.