© 2026. All rights reserved.

Ada Telepon yang Tidak Pernah Berani Kita Hubungi Lagi

Ada Telepon yang Tidak Pernah Berani Kita Hubungi Lagi

Kalau kamu coba buka daftar kontak di HP-mu sekarang, pasti ada banyak sekali nama di sana. Mulai dari teman kerja, orang kantor, sampai langganan warung makan. Tapi kalau digulir perlahan ke bawah, mungkin ada satu nama yang bikin jemarimu mendadak berhenti.

Satu nama yang ditulis sangat sederhana: “Ibu”.

Saat dibuka, riwayat panggilannya mungkin sudah bersih. Tidak ada obrolan baru beberapa bulan ini, atau bahkan bertahun-tahun. Anehnya, meski sudah lama tak dipakai, nomor itu tidak pernah kita hapus dari HP.

Kenapa Malah Ragu Mau Menelepon?

Waktu kita masih kecil atau pas awal-awal merantau, menelepon ibu itu hal yang gampang banget. Ada masalah dikit, telepon. Kangen masakan rumah, telepon. Cukup dengar suara Ibu bertanya, “Sudah makan belum?”, rasanya hati langsung tenang.

Tapi pas makin dewasa dan hari-hari makin padat, entah kenapa rasanya malah ragu buat menekan tombol hijau itu.

Biasanya ada dua alasan kenapa kita begini:

  1. Gengsi dan Takut Bikin Khawatir: Banyak dari kita yang kalau lagi capek atau banyak beban, sengaja menahan diri buat tak menelepon. Kita tahu, sehalus apa pun kita menyembunyikan suara lelah, ibu pasti sadar. Jadi kita memilih diam daripada bikin beliau ikut kepikiran di rumah.

  2. Beliau Sudah Tak Ada: Untuk sebagian orang, nomor itu tak pernah terhubung lagi karena pemiliknya sudah pulang lebih dulu. Menatap nama “Ibu” di layar HP sering bikin kita teringat hal-hal kecil yang dulu sempat kita abaikan.

Rindu yang Datang Tanpa Misi

Merindukan ibu itu unik. Dia tidak selalu datang waktu kita lagi sedih atau gagal.

Malah seringnya rindu itu muncul di momen biasa saja. Waktu kita lagi jalan pulang kantor, waktu nemu makanan yang rasanya mirip masakan rumah, atau saat dengar lagu lama yang dulu sering diputar di ruang tamu.

Secara refleks, tangan kita ambil HP dan buka kontak “Ibu”. Tapi begitu nama itu muncul di layar, kita cuma diam sebentar, menghela napas, lalu menutup layarnya lagi.

Nomor yang Tetap Disimpan

Lantas, kenapa kontak itu tetap ada di HP?

Jawabannya sederhana: bukan karena kita masih menunggu panggilan balasan, tapi karena menyimpan nomor itu adalah cara paling jujur untuk mengingat kalau kita pernah sangat dicintai oleh seseorang.

Nomor itu jadi pengingat kecil di tengah hidup yang sering kali serba cepat ini.

Untuk Kamu yang Masih Bisa Menelepon Hari Ini

Kalau hari ini ibumu masih ada dan HP-nya masih aktif, coba sempatkan waktu sebentar. Tidak perlu tunggu ada hal penting atau nunggu momen spesial.

Telepon saja. Tanyakan hal-hal biasa: lagi masak apa, kesehatan bagaimana, atau sekadar cerita soal cuaca hari ini.

Dengarkan suaranya baik-baik. Karena di luar sana, ada banyak orang yang rela melakukan apa saja cuma buat bisa mendengar satu kali lagi nada dering dari nomor telepon ibunya.

Dan kalau nomor ibumu kini cuma bisa disapa lewat doa, tidak apa-apa. Doa adalah cara terbaik kita buat tetap terhubung dengan beliau.

Ruang Cerita

Pernah tidak kamu mengalami momen ragu atau terdiam lama waktu melihat satu nama kontak di HP-mu? Kalau berkenan, boleh bagikan ceritamu di kolom komentar di bawah ya. Mari kita saling mendengarkan.

Menulis buku & lagu yang menghadirkan cerita-cerita sederhana dari hidup yang sering tak terlihat.

Leave a comment: